Bagi-Nya begitu mudah

Kadang-kadang Aku tertawa sendiri ditengah perenungan kematian. Catatan kematian dari nama-nama orang yang aku kenal disekelilingku terhapus satu demi satu. Ayahku "Sunardi bin Kartodimejo" dipanggil-Nya tanggal 16 juli 2007 pukul 11.50 wib di rumah sakit Dr. Moewardi Jebres Solo. Seminggu sebelumnya begitu nyata, dan masih teringat pesannya mengucapkan selamat jalan ketika kupamiti kepergianku ke Tenggarong. Aku bayangkan melihat kesehatan ayahku yang sedemikian kuat, badannya besar tak pernah aku bayangkan akan secepat itu perginya. Aku bayangkan, beliau dapat bangga ketika suatu saat nanti dapat menghadiri wisuda cucunya.
Dipenghujung tahun 2007 ini dari pamanku, adik ipar ibu mertuaku "soekarno bin fulan" juga meninggalkan keluarga setelah sekian tahun menderita sakit. Desember 2007, anak dari budheku "Karman bin fulan" menyerah dengan penyakitnya lever. Desember tanggal 23 kerabat mbah sampit "Adhimoljo bin notosewojo" juga pergi begitu saja. Terakhir tetangga depan rumahku mbah Hendro tutup usia tanggal 1 Januari 2008 pukul 1 pagi. Padahal baru kemarin lho dia ngobrol melayani aku beli lampu dop.
Bagi-Nya begitu mudah dan sangat rahasia, mungkin sebentar lagi juga giliranku....
Dipenghujung tahun 2007 ini dari pamanku, adik ipar ibu mertuaku "soekarno bin fulan" juga meninggalkan keluarga setelah sekian tahun menderita sakit. Desember 2007, anak dari budheku "Karman bin fulan" menyerah dengan penyakitnya lever. Desember tanggal 23 kerabat mbah sampit "Adhimoljo bin notosewojo" juga pergi begitu saja. Terakhir tetangga depan rumahku mbah Hendro tutup usia tanggal 1 Januari 2008 pukul 1 pagi. Padahal baru kemarin lho dia ngobrol melayani aku beli lampu dop.
Bagi-Nya begitu mudah dan sangat rahasia, mungkin sebentar lagi juga giliranku....


1 Comments:
menyadari ke-fanaan itu lebih baik daripada mabuk ke-kinian.....
yang penting menyiapkan diri mempertanggung jawabkan pada sang Khalik.....
tidak satupun manusia yang tidak membawa dosa... gitu khan pak ?
Post a Comment
<< Home